Diduga Lahan Milik Bachtiar Diserobot Warga Simpang Kanan

, SaracenNEWS.COM
Diduga Lahan Milik Bachtiar Diserobot Warga Simpang Kanan Alat berat yang diutus warga mengatasnamakan pemerintah desa di Kecamatan Simpang Kanan Rohil sedang bekerja membeko lahan milik H Bachtiar.

Bagansiapiapi, SaracenNEWS.Com - Diduga telah terjadi penyerobotan lahan kepemilikan dengan hak kuasa tanah berdasarkan surat, atas nama H Bachtiar. Penyerobotan itu diduga dilakukan oleh oknum masyarakat yang mengatasnamakan pemerintah desa Kepenghuluan Bukit Sembilan, yang direkomendasikan Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rohil.  

 

Lahan berlokasi di Pematang Sepulau, RT 20 RW 07, Dusun Rantau Benuang Kepenghuluan Tanjung Leban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rohil. Tepatnya merupakan perbatasan antara Kecamatan Kubu dan Kecamatan Simpang Kanan.

 

Kondisi dilapangan, lahan milik H Bachtiar tersebut saat ini sedang di lakukan pembekoan, bahkan mulai ditanami sawit, oleh oknum tersebut. Luas lahan yang diserobot mencapai 400 Meter x 1,5 Km. Dengan menggunakan alat berat excavator, lahan itu di bentuk persegi, atau di petak petakan.

 

Ketika dikonfirmasi wartawan, pada Senin (10/10) sore kemarin, kepada pelaksana pembekoan dilokasi tersebut, Manurung. Menyatakan bahwa aktivitas pembekoan yang dilakukan saat ini merupakan utusan dari Camat, Penghulu, dan Kadus di Kepenghuluan Bukit Sembilan, Kecamatan Simpang Kanan.

 

Kata dia, lahan tersebut sudah masuk dalam wilayah Kecamatan Simpang Kanan, bahkan sawit yang sudah ditanam itu, ditanam oleh masyarakat. Ketika ditanya surat izin operasional pembekoan itu, Manurung tidak bisa menunjukan surat perintah operasional beko. Dengan alasan ini adalah kerjaan dilapangan. Dia juga menyatakan siap, jika harus berurusan dengan pihak yang berwajib, yakni polisi. Agar masalah ini bisa menemukan titik terang. "Saya tidak takut, mau dilapor sama Polres Rohil silahkan, yang jelas pembekoan akan tetap kita lanjutkan, dan saya yang bertanggung jawab," kata Manurung.

 

Camat Simpang Kanan, Azhar ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan dua hal yang berbeda. Ia mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Bupati Rohil untuk legalitas surat hak kepemilikan tanah yang baru, sudah tidak berlaku lagi. Artinya dia mengetahui lahan itu adalah kepemilikan H Bachtiar. Namun, mengecam bahwa tidak berlaku lagi.

 

Dia juga mengatakan, bahwa lahan yang akan dibeko itu hanya 14 hektare, tanpa memakan lahan milik H Bactiar. Lain cerita dilapangan lahan H Bachtiar di serobot kurang lebih 400x1,5 KM.

 

Sementara itu, H. Bahtiar menjelaskan, bahwa lahan dia itu sudah dibagi-bagikan ke beberapa masyarakat Kubu. "Surat lahan itu ada, yang telah saya urus semenjak tahun 1980 silam," terang Bahtiar. 

 

Menurut H. Bahtiar, lahan yang dikatakan miliknya itu, sudah hampir seminggu belakangan ini lahan itu di beko atau diseroboti oleh warga yang mengatsanamakan warga Simpang Kanan. "Atas penyerobotan lahan itu, saya bertekad melaporkan hal ini ke Polres Rohil dalam waktu dekat ini. Dengan tujuan, agar bisa diselesaikan dengan baik, tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang H Bachtiar. 

 

Terpisah, Kapolsek Kubu AKP Sofyan ketika dikonfirmasi mengatakan, jika ia belum ada mendapat laporan terkait hal tersebut. Namun, ia tidak menampik telah mendapat kabar tentang kejadian tersebut. "Nanti, saya akan panggil H. Bachtiar untuk saya minta keteranganya," tandas AKP Sofyan.(ren)


Opini