Bom Meledak di Rumah Sekretaris DPD Golkar Papua

, SaracenNEWS.COM
Bom Meledak di Rumah Sekretaris DPD Golkar Papua

Jakarta, SaracenNEWS - Sebuah ledakan yang diduga diakibatkan oleh bom rakitan terjadi di kediaman sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Papua, Kamis (13/10). Tepatnya, ledakan terjadi pada dini hari sekira 1.00 WIT, di depan rumah yang berlokasi di perumahan BTN Skyline Kotaraja, Jayapura, Papua.

Akibat ledakan itu, menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, pagar, lantai dan atap serta kaca mobil yang diparkir mengalami kerusakan.

Pilihan Redaksi
Polri Kerahkan 2.700 Personel Amankan Pilkada Papua
Tolikara Prioritas Utama Pengamanan Pilkada di Papua
Tak Lolos Verifikasi, Pejabat Bupati di Papua Ancam KPU
Korban adalah Martinus Anthon Werimon. Pada Rabu malam, dia baru saja menghadiri sidang di Panitia Pengawas Pemilu soal penetapan bakal calon walikota dan wakil. Dia adalah saksi dari pihak bakal calon Benhur Tomi Mano dan Rustam Saru.

"Pada saat itu saksi sudah menerima bentuk ancaman secara lisan, seperti akan dicari dan dibunuh," kata Martinus Sitompul.

Namun dia tetap melanjutkan kegiatan, rapat di Kantor DPD Golkar dan bertemu tim sukses bakal calonnya.

Baru pulang dan beristirahat setelah rangkaian kegiatan itu, korban dibangunkan oleh anaknya karena mendengar ada bunyi ledakan di depan rumah. Ketika dicek, ada bau belerang dan kerusakan tersebut.

"Saksi menjelaskan bahwa sempat melihat dua orang laki-laki dengan menggunakan motor matic sempat melintas kencang. Namun melaju pelan di depan rumah korban," kata Martinus.

Saksi yang dimaksud adalah petugas keamanan setempat. Menurut dia, motor tersebut langsung tancap gas sesaat sebelum ledakan.

Korban kemudian melapor ke polisi dan diamankan barang bukti berupa potongan plastik biru dalam keadaan hangus, plastik bening berbau belerang dan keset kaki terbakar serta lelehan besi dari lokasi ledakan.

"Menurut korban tindakan tersebut sudah merupakan teror yang nyata terhadap dirinya dan pasti berkaitan dengan tahapan Pilkada Wali Kota Jayapura," kata Martinus. [src]


Opini