Ancaman Angin Topan di Pulau Halang

, SaracenNEWS.COM

Kuba, SaracenNEWS.Com - Kepenghuluan Pulau Halang belakang bersiap dan berjaga jaga menghadapi angin badai yang diprediksi oleh Badan Meterologi Kleomatika dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, yaitu hujan dengan curah yang tinggi dan kemungkinan terjadinya angin kencang.

Penghulu Pulau Halang Belakang Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rohil, Bukhrim mengingatkan warganya khususnya bagi nelayan dan pelaut agar bersiaga dan berhati hati. Pasalnya, sudah sejak tiga hari belakang ini, memang kondisi curah hujan dan angin kencang sangat tinggi. 

Bukhrim menjelaskan berdasarkan layangan surat ramalan cuaca tanggal 8 Oktober dari BMKG Riau, yang diterimanya. Dia membacakan untuk wilayah Provinsi Riau seperti Bengkalis, Dumai bahkan termasuk wilayah Rohil, berpeluang terjadinya curah hujan tinggi dibagian utara, yang mencapai 10-40 mm. Sementara ketinggian gelombang wilayah perairan Riau, bekisar 0,25- 1 meter. 

Dengan arah angin berasal dari arah laut menuju tenggara. Kondisi angin pada level 3000 byte berasal dari arah selatan hingga arah barat, menuju ke utara hingga timur laut. Kecepatan bekisar antara 5-15 not atau 9-27 km/jam.

Bukhrim juga menambahkan, dikhawatirkan terjadinya banjir besar di wilayah Kepenghuluan Pulau Halang Belakang yang diakibatkan oleh kondisi dari ramalan tersebut. Mengingat kondisi wilayah Pulau Halang Belakang merupakan wilayah perairan ditengah laut Kabupaten Rohil. 

Meskipun prediksi dari BMKG itu secara global untuk wilayah perairan Riau, menurutnya tidak menutup kemungkinan angin kencang dan gelombang besar juga menghampiri wilayah Pulau Halang. Lanjut dia, sebagian tokoh dari berbagai lintas sektor suku dan agama juga memprediksikan akan terjadinya angin kencang serta gelombang besar. 

Maka dari itu, mengacu dari hasil ramalan cuaca tersebut Penghulu Pulau Halang Belakang, Bukhrim mengajak masyarakat untuk berjaga jaga dan mengambil langkah antisipatif terutama bagi nelayan yang sehari harinya melaut. 

"Namun untuk pengungsian belum ada kita instruksikan, karena kita masih arahkan warga untuk bersiaga saja. Nanti jika kita suruh mengungsi, masih banyak pertimbangan lainnya terutama arahan dari atasan belum ada," pungkasnya.(ren)


Opini